DKSU DUKUNG KEBANGKITAN FILM SUMATERA UTARA

( dewankeseniansumut.com) – Ketua Umum DKSU Baharuddin Saputra, SH membenarkan pihaknya memberi apresiasi produksi Film Layar lebar ” HAS” garapan Sutradara handal kota Medan Onny Krisnawan yang juga sebagai kordinator Komite Film DKSU.

” Insha Allah kita akan datang pada syukuran tanggal 22 Februari 2018 nanti. Juga akan memberikan dukungan moril untuk kebangkitan film di Sumatera Utara, terkait peringatan Hari Film Nasional 30 Maret” ujar Bahar didampingi Onny.

Menurut Bahar , sekecil apapun kontribusi yang diberikan seseorang terhadap sebuah produksi film akan sangat berarti, karena karya film adalah kerja kolektif yang banyak membutuhkan disiplin ilmu untuk sebuah karya yang baik. Karenanya ia mengajak seluruh steakholder yang berkompeten pada instansi terkait dan individu berbagai kalangan untuk ikut tergerak menjadi produser produser baru dalam program membangkitkan perfilman di Sumatera Utara.

Kedepan program Komite Film DKSU akan mengakomodir pemikiran bernas para sineas untuk berkembang dengan baik.

SYUKURAN

Para sineas Medan yang menggarap film layar lebar berjudul HAS atau Haji Asrama akan mengadakan Syukuran Menuju Produksi Film HAS, 22 Februari mendatang.

Kegiatan tersebut sebagai upaya mendorong kebangkitan perfilman di Sumatera Utara sekaligus mengundang para pihak yang potensial untuk mendukung produksinya.

Sang sutradara film, Onny Kresnawan mengatakan, syukuran tersebut akan digelar di Wing Hotel Kualanamu, Deliserdang.

Syukuran tersebut, kata dia, untuk menunjukkan kepada banyak pihak bahwa memproduksi film layar lebar, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, kata dia, perlu dukungan para stakeholder untuk juga dapat memberi semangat kepada para sineas.

“Artinya dengan film ini kita berharap paling tidak akan muncul produser-produser baru yang akan membuat semangat berkarya dan didukung biaya, orang-orang dengan visi sama,” katanya.

Dijelaskannya, Sumut harus bangkit dan tidak boleh kalah dari Makassar dengan berani memulai, menunjukkan karya yang lebih bagus. Hal ini penting untuk membangun pekerja seni yang profesional, mendapatkan upah yang pas.
“Kawan-kawan dengan basic teater jika masuk ke film sangat bersemangat. Apalagi dengan fee yang menarik. Jadi ada timbal balik antara skil dan sumber daya,” katanya.

Sumber-sumber daya pendukung yang potensial untuk turut berkontribusi meramaikan perfilman dan kebudayaan di Sumut bisa berasal dari corporate social responsibility (CSR).
“Di syukuran ini nanti lebih memaparkan kenapa buat film ini dengan tagline menuju kebangkitan film Sumut. Nanti akan ada gelaran scene 1 adegan dan akan ditembak ke layar,” katanya.

Dengan begitu penonton akan melihat potensi pemain, dengan standarisasi layar lebar. Pihaknya juga akan menampilkan teaser atau cuplikan adegan film untuk menggoda produser/penonton sebelum tahap produksi. Selain itu juga akan ada sesi bincang-bincang dipandu Joharis Lubis.

“Ini nanti juga untuk membangun komitmen stakeholder, untuk membantu suksesnya film HAS dan juga ada penggalangan dana (fund raising) di sini. Kita akan mengundang Gubernur Sumatera Utara, T Erry Nuradi, mudah-mudahan bisa hadir,” katanya.

Dijelaskannya, pembuatan film ini akan mengambil tempat di Medan dan Serdang Bedagai.
“Penggarapan film ini sudah 20%. Targetnya, pemutaran film bisa dilakukan di lebaran Haji nanti. Apalagi nanti ada momen MTQ di Medan,” katanya.
( @ )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *