GUBSU IRUP OPERASI KETUPAT TOBA 2018, PENGAMANAN LEBARAN

mitrakamtibmas.com – ( Medan ) Gubernur Sumatera Utara Dr Ir H T Erry Nuradi MSi bertindak selaku inspektur upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Yoona 2018, upacara oipetasi khusus pengamanan lebaran, hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah. Kasat Lantas AKBP Muh Saleh, SIK, MM tampil sebagai komandan upacara.

Tampak Hadir Wakapolda Sumut Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi dan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sumatera Utara, Pejabat utama Poldasu dan TNI serta unsur terkait lainnya di Lapangan Merdeka Medan.

Dalam kata sambutannya, Erry mengucapkan terimakasih pada seluruh masyarakat Sumut, karena tidak beberapa lama lagi umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal 1439 Hijriyah.

´┐╝ErryErry mengatakan bahwa Apel dalam rangka kegiatan gelar pasukan Operasi Ketupat Toba 2018 ini, dilaksanakan untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat Sumut selama menjelang Lebaran dan setelahnya.

“Tadi saya bacakan sambutan Kapolri yang intinya agar kita semua bisa bersinergi. Untuk bersama-sama membuat suasana kondusif. Apalagi 10 hari terakhir ramadan tentu aktivitas masyarakat cukup tinggi. Baik yang berbelanja, mudik maupun juga yang berada ditempat ibadah dan wisata. Ini semua harus di amankan,” kata Erry , Rabu (6/6/2018).

Lebih lanjut, Erry menjelaskan bahwa Ada 4 poin potensi kerawanan yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dalam Operasi Ketupat Toba. Diantaranya pertama mengenai tentang kestabilitasan harga dan bahan pangan. Ini sangat penting sekali karena masyarakat menjelang hari besar keagamaan, akan membutuhkan dan membeli banyak kebutuhan pokok yang dibutuhkan.

“Stabilitas harga pangan sangat penting. Tahun lalu stabilitas harga kita bisa terjaga,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa baru-baru ini bersama Kapolda Sumut kita sudah melakukan sidak Ramadan. Bahwa stabilitas harga dibeberapa pasar besar di Kota Medan masih cukup stabil. Masalah harga pangan kuncinya, bagaimana produksi dan ketahanan pangan yang lain. Seperti stok beras dan daging, Pemerintah akan melihat itu apabila terjadi kelangkaan.

Misalnya cabai yang selalu menjadi pemicu inflasi, kalau memang ternyata ada gagal panen. Maka kita harus antisipasi masuk barang dari daerah lain yang surplus cabai. Stabilitas harga daging, bulog juga sudah menyiapkan daging beku dari India, jenis daging kerbau dengan harga dikisaran Rp 80 ribu rupiah per kilogram. Sebab ini semua dilakukan dalam rangka untuk menstabilkan harga-harga.

Menurutnya, walau demikian kita juga harus tetap waspada disemua instansi dan stakeholder. Khususnya di bidang pangan, pertanian dan perdagangan. Karena masalah pangan, apabila produksi tidak bisa dipantau dengan baik dan terjadi gejolak harga, maka yang perlu diperhatikan jalur distribusi.

( Bah@r Binmas )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *