HUMAN ERROR PENYEBAB TINGGINYA LAKA LANTAS DI MEDAN

TRIBRATA NEWS MEDAN ( Medan ) – Kota Medan disebut Metropolitan bukan semata mata karena sebagai kota ke 3 terbesar di Indonedia , setelah Jakarta dan Surabaya. Berbagai strata kehidupan sosial budaya dan politik sejalan mengalami dinamika yang pesat.

“Kita harus memberi perhatian khusus terhadap kenyamanan berlalu lintas di Medan.Kita tidak boleh bosan dan terus menerus melakukan teguran keoada pemaksi jalan dan terbinal yanh mebuat macet jalanan”, ujar Kapolresta Medan Kombes Pol H Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK, MHum dalam kesempatan membetikan arahan kepada personil Sat Lantas.

Sejauh mana fenomena kemacetsn yang melanda kota Medan, dan faktor apa penyebabnya. ???

Berikut bincang bincang tribratanewsmedan.com dengan Kanit Laka Sat Lantas Polresta Medan AKP Lastiar Siburian,S.Si diruang kerjanya jalan Adinegoro Medan.
IMG_20160112_191108Lastiar mengatakan
Sepanjang tahun 2015, ada 1598 kejadian kecelakaan lalulintas di kota Medan.

Dari kejadian tersebut tercatat 2058 orang manusia yang menjadi korban kecelakaan, baik yang mengalami luka ringan, luka berat hingga meninggal dunia.

Berdasarkan anatomi laka lantas sejajaran Polresta Medan periode tahun 2015, 95% kecelakaan lalulintas disebabkan oleh kelalaian pengemudi, diantaranya: pengemudi mengantuk 5 kejadian, pengemudi dibawah pengaruh alkohol 4 kejadian, melampaui batas kecepatan 498 kejadian dan pengemudi tidak mematuhi tata tertib lalu lintas sebanyak 1.091 kejadian. Selebihnya 5% disebabkan oleh faktor alam, faktor jalan dan faktor kendaraan.

Kerugian materil akibat laka lantas selama tahun 2015 mencapai 2,2 M Rupiah.

Ruas jalan di kota Medan yang terdata sebagai Black Spot (rawan laka) tahun 2015 ada 5 yaitu: 1) Jl. Medan-Binjai KM 12 – KM 12,5 tercatat 5 kejadian yang mengakibatkan 2 MD, 5 Luka Berat, 2 Luka Ringan. 2) Jl. Medan-Binjai KM 15 – KM 15,5 tercatat ada 5 kejadian yang mengakibatkan 3 Meninggal Dunia, 3 Luka Berat dan 2 Luka Ringan. 3) Jl. Medan-Binjai KM 16 – KM 16,3 tercatat 9 kejadian yang mengakibatkan 8 Luka Berat, 5 Luka Ringan. 4) Jl. SM Raja KM 9,5 – KM 10 tercatat ada 6 kejadian yang mengakibatkan 3 Meninggal Dunia, 6 Luka Berat dan 2 Luka Ringan. 5) Jl. Jamin Ginting KM 13 – KM 13,5 Kel. Laucih tercatat 5 kejadian yang mengakibatkan 3 MD, 1 Luka Berat, 1 Luka Ringan.

Ruas jalan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) yang juga merupakan TKP lakalantas yaitu Jl. Suprapto, Jl. Sudirman, Jl. Imam Bonjol, Jl. Diponegoro, Jl. Putri Hijau, Jl. Kapt Maulana Lubis tercatat sebanyak 45 kejadian selama tahun 2015.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran tertib berlalu lintas di kota Medan masih sangat kurang. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Polri khususnya Sat Lantas Polresta Medan dalam rangka menertibkan lalu lintas di jalan raya, baik berupa penataan rambu-rambu lalu lintas, penertiban pengurusan SIM ( Surat Ijin Mengemudi), sosialisasi ke sekolah-sekolah, bahkan sampai dengan merazia kendaraan bermotor yang tidak tertib. Namun pada kenyataanya belum cukup menyadarkan masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Nah…teruskan memberi pencetahan kepada warga jangan pernah bosan…Itu ( om bahar )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *