KADO HUT KE 46, SECUIL CERITA POLISI “ANAK MEDAN” YANG BERPRESTASI DI JAKARTA

TRIBRATA NEWS MEDAN ( Tangerang) – Ditengah hiruk pikuk berbagai kasus krimimalitas yang silih berganti di penjuru tanah air, tentu menjadi tugas utama Kepolisian untuk menyelesaikannya.
Sekelumit cerita dari seorang petugas yang menggeluti bidang Reserse, tentu menorehkan catatan sendiri bagi perjalanan hidup dan kariernya. Berikut adalah cerita perjalanan seorang prajurit bhayangkara di negeri kita.
Tentu banyak cerita heroik dalam perjalanan tugas Polisi. Kita turunkan cerita ini semoga menginfirasi bagi siapa saja yang “berpikir indah”.

"BANG EDDY" alias "CECEP"
“BANG EDDY” alias “CECEP”

Sebelum terungkap pantang beristirahat, sekali tampil harus berhasil. Prisip itulah yang menjadi pedoman Ipda Eddy Sumantri Saputra SH, dalam menjalankan tugasnya untuk pengungkapan kasus kejahatan.
Kegigihan pria yang kini menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panongan Polresta Tangerang Polda Banten ( Sebelumnya bagian dari Polda Metro Jaya ) mantan Kanit Resmob VI Polres Kota Tangerang, dalam mengungkap kasus-kasus kriminal patut diacungi jempol.

Selama mengabdi 27 tahun sebagai anggota Polri, “Anak Medan” yang mengukir prestasi di Ibukota Jakarta ini, lebih banyak dinas di dunia reserse ini telah berhasil mengungkap berbagai kasus menonjol.
Pria asal Medan ini mengawali karirnya di kepolisian pada tahun 1989 lalu jebolan SPN LIDO Jakarta. Setelah ditugaskan selama beberapa tahun di Kalimantan Barat, kemudian pada tahun 1998, ia diterjunkan di Wilayah Polres Metro Tangerang sebagai katim Buser Polsek Tangerang.

Sepak terjang pria yang akrab disapa “Bang Eddy” alias “Cecep” ini langsung ditunjukan dengan
pengungkapan perakitan bom Narapidana teroris di Lapas Klas I Tangerang. Untuk bisa mengungkap kasus tersebut, Eddy melakukan penyamaran sebagai Napi dan harus merelakan tubuhnya ditato.

“Empat bom detonator tersebut disembunyikan ditempat pembuangan sampah. Rencananya para Napi akan membuat enam detonator, kemudian mereka akan meledakan lapas tersebut,” ujarnya.

Seiring berjalanya waktu, pria kelahiran 25 Maret 1970 ini terus membuktikkan komitmenya dalam memberantas kejahatan dengan mengungkap berbagai kasus kriminalitas.
Anak ke lima dari enam bersaudara pasangan Alm. Haji Djali Saputra mantan serdadu tokoh Banten di Medan dan Ibunda Almh.Masnah warga Betawi asal Tangerang ini memiliki semangat tinggi dalam bertugas.

Ketika ditugaskan sebagai Kanit III Narkoba Polres Kota Tangerang, Eddy kembali menunjukan taringnya dengan membongkar jaringan narkoba Sabu-sabu kelas kakap di wilayah Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Barang buktinya di temukan 1 ton sabu sabu. Ia mendapat ucapan selamat dan apresiasi dari Kapolda Banten Ketika Kombes Pol Drs H Badrodin Haiti.
Selain itu, pada 2009, Edy juga berhasil menangkap otak pelaku penculikan adik artis Leony. “Saat itu, pelakunya tertangkap di daerah Ternate, Maluku Utara,” katanya.Ia bersama Kanit Jahtanras langsung mengejar dan membekuk tersangka di Ternate.

Berbagai prestasi pengungkapan kasus-kasus kejahatan tersebut, mengantarkan Ipda Eddy Sumantri Saputra SH, sebagai salah satu anggota yang dikirimkan Polres Kota Tangerang, untuk mengikuti pendidikan Perwira Reskrim di Sukabumi. Ia sampaikan ucapan terima kasih kepada para Komandan dan rekan rekan di Tim dan Unit Reskrim yang telah bekerjasama selama ini.
“Dari 1000 siswa calon Perwira Reskrim, hanya 60 orang yang diterima untuk mengikuti pendidikan di STUKPA Sukabumi Jawa Barat. Alhamdulillah, pada saat test penerimaan, saya mendapat Ranking ke satu,” papar mantan Kanit Reskrim Polsek Pagedangan itu.
Setelah lulus dari pendidikan Perwira, kemudian Eddy ditugaskan sebagai Panit Reskrim di Polsek Serpong. Kegigihan Eddy dalam mengungkap kasus kriminal kembali ditunjukan dengan pengungkapan kasus pembunuhan tukang bakso yang mayatnya dimasukan kedalam frezer.

Bang Eddy " ketika menerima penghargaan dari Kapolresta Tangerang, sang putri Bripda Janette terlihat membawa baki.
Bang Eddy ” ketika menerima penghargaan dari Kapolresta Tangerang, sang putri Bripda Janette terlihat membawa baki.

Sosok polisi yang mempunyai dedikasi tinggi, tegas, serta bertanggung jawab telah ditunjukkan oleh Ipda Eddy Sumantri Saputra SH. Menurutnya, meskipun ia selalu berkecimpung dalam dunia reserse yang penuh resiko, tapi dirinya tetap enjoy dan tak akan pernah mundur dalam memberantas kejahatan.
Sekarang Eddy menjadi Kanit Reskrim Polsek Panongan sejak bulan juli 2015, sebulan menjabat mengungkap Begal tercepat dalam waktu relatif singkat 30 menit . Ia dapat penghargaan dari Kapolresta Tangerang Kombes Irman Sugema, SIK,Msi tepat 28 Oktober 2015 di saat Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Lima bulan menjabat mengungkap begal bersenjata api di Tangerang. Kemudian 15 maret 2016 mendapat apresiasi dari penyidik/saksi ahli BPOM Provinsi Banten sebagai pemecah rekor mengungkap dan menyidik kasus peredaran obat palsu sampai ke Tahap 2. Konon selama berdirinya BPOM provinsi Banten, Penyidik Polda Metro Jaya dan Polda Banten belum pernah ada yg berhasil berkasnya lengkap di terima Jaksa penuntut umum (P.21) dan tahap 2.

Bang Eddy hari ini genap berusia 46 tahun, ia menyampaikan rasa syukur atas nikmat dan Rahhmat dari Allah SWT yang diterima selama ini.
Kepada keluarga yang mendukung tugasnya, terutama sang istri Ambar Karyanti,SPd salah seorang PNS bertugas sebagai Guru di Tangerang , Putra Sulungnya Chambara sumantri Putra pengarah acara “Idola Cilik” di RCTI, Putri tercantiknya yang menjadi Polwan Bripda Jeanette Ambar Putri bertugas di Unit Reskrim Polsek Curug Polresta Tangerang, dan si bungsu Adequatte Sumantri Putra juara kelas 1 SD.

Bang Eddy bersama Bang Bahar dan Bang Zenal, saat kumpul di Medan belum lama ini
Bang Eddy bersama Bang Bahar dan Bang Zenal, saat kumpul di Medan belum lama ini

Eddy menambahkan, ia enam bersaudara teridiri dari 3 putra dan 3 Putri. Kedua abangnya juga bertugas di Kepolisian, Kompol Zaenal Abidin Saputra,SH,MH kini menjabat Kasi Sarana Angkutan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara dan PNS Baharuddin Saputra,SH, Staf Humas Polresta Medan.

“Seperti Almarhum Bapak, Kedua abang saya selalu berpesan, bertugaslah dengan iklas dan berusahalah selalu menjadi Perwira yang terbaik. Insha Allah saya ingat pesan itu”, ujar Eddy mengakhiri bincang bincangnya. ( MITRA )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *