SEBULAN POLRESTA MEDAN BEKUK 56 PRLAKU BEGAL

TRIBRATA NEWS MEDAN ( Medan ) – Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK,Hum dengan bangga mengatakan pihaknya telah betuoaya kerja optimal memberantas begal yangcterjadi di Wilayah Hukum Polresta dsn Polsek jajaran

IMG-20160106-WA0126“Kami telah berusaha optimal memburu pelaku begal yang meresahkan itu. Kurun waktu sebulan Desember sampai tgl 5 Januari 2016 sudah 56 orang yang ditangkap” ujar Kapolresta pada ekpos Rabu (6/1).

Dari 56 orang tersangka, yang terlibat kasus begal dan pecurian pberatan, 4 di antaranya terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur (ditembak) karena melakukan perlawanan saat akan
ditangkap,
IMG-20160106-WA0124Lebih lanjut didampingi Kasatreskrimnya Kompol Aldi Subartono,SIK, SH,MH wakasat RekrimAkp Sah Udur Br Sitinjak, SIK

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan Hutagalung, Kanit Medan Timur IPTU Ucok Rsmbe, SIK , kanit Patumbak AKP Ferry dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota AKP Martualesi Sitepu SH MH.
Mantan Wadirreskrimsus Poldasu ini menjelaskan selain menangkap tersangka
pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti.
“Untuk barang bukti yang diamankan berupa 1 unit mobil, 9 unit

sepeda motor, uang sebanyak Rp 4.784.000, 11 unit HP, 3 lembar ATM, 9

surat berharga, perhiasan emas, dompet, 7 bilah sajam, jam tangan, tas,

borgol, dan kunci T,” jelas Mardiaz.
Menurut Mardiaz, para begal ini senantiasa beraksi secara

berkelompok yaitu minimal empat sampai enam orang. Ada kelompok yang

melakukan aksinya sampai 23 tempat kejadian perkara (TKP), dan 18 TKP.
“Setiap melakukan kejahatan, para begal ini selalu memakai

kekerasan. Calon korban dipepet dan diterjang setelah itu sepeda

motornya diambil. Sebagian dari para pelaku bahkan membekali diri

dengan senjata tajam (sajam) berbagai jenis,” kata Mardiaz.
Disinggung jumlah tempat kejadian perkara (TKP) di pengungkapan

ini, mantan Kapolres Nias dan Kapolres Mandailing Natal (Madina) ini

menyebut 92 TKP. Sedangkan untuk jumlah kasus yang diungkap, mantan

Kasat 1 Pidum Ditreskrimum Poldasu ini mengatakan 34 kasus.
Dalam kesempatan itu, mantan Kasubdit 1/Kamneg Direskrimum

Poldasu ini juga mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan

perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 lalu.
“Personel berpakaian dinas dan sipil disebar di wilayah-wilayah

yang dianggap rawan, sehingga ruang gerak pelaku kriminal semakin

sempit.
Tak hanya itu, peranserta masyarakat yang sudah sadar arti

penting kondusifitas juga layak dihargai,” ujar Pamen Polri jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 ini. ( wan/har )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *