TANGGAL 19 JULI NOBAR FILM ” 22 MENIT”

Film ’22 Menit’ banyak mendapat bantuan Polri.

mitra Kamtibmas.com – ( Medan  ) – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi membenar pihaknya akan menggelar nonton bareng dengan pejabat utama Polda Sumut dan sejumlah tokoh masyarakat serta mahasiswa di bioskop XXI Center point, menyaksikan pemutaran Film “22 Menit”.

” Film ini akan diputar serentak diberbagai daerah.Sebuah kisah yang mengungkap pekerjaan Polri dalam kasus Bom Sarinah, semoga bermanfaat buat kita” ujar Dadang di dapingi Kasat Binmas AKBP Dr Ramlan, SH, MH.

Menurut Sutradara Eugene Panji,  film 22 Menit yang terinpirasi dari tragedi Bom Sarinah pada Januari 2016 lalu bukan propaganda Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia bahkan tak peduli dengan pendapat penonton yang film itu sebagai propaganda Polri. Kata Panji di kawasan Kuningan, Jakarta Sekatan, Senin (16/7) kemarin, seperti yg diberitakan CNN Indonesia.

Namun ia tak memungkiri kekagumannya pada Polri.

Film 22 Menit berangkat dari pemikiran Panji yang merasa Polri hebat. Beberapa saat setelah Bom Thamrin, ia membuat tulisan yang menggaungkan frasa ‘polisi Indonesia hebat.’

Seiring berjalannya waktu, ia menjadi nakhoda 22 Menit bersama Myrna Paramita. Film itu diilhami dari cerita nyata, namun tetap ada dramatisasi dan bumbu fiksi. Panji sempat menjelaskan, 22 Menit berisi 70 persen kejadian nyata dan 30 persen lainnya fiksi.

Film diberi tajuk 22 Menit, sesuai durasi yang dihabiskan Polri untuk meringkus teroris Bom Sarinah dalam kejadian nyata. Film itu mengambil unsur humanis dari lima sudut pandang atau karakter yang berbeda, termasuk polisi, pengunjung kafe, pengguna jalan dan pekerja.

Meski Panji mengaku filmnya bukan propaganda Polri, lembaga itu seakan begitu diagungkan dalam 22 Menit. Polisi dikisahkan seakan tak punya cacat. Apalagi slogan Polri ‘Profesional Modern Terpercaya (Promoter)’ yang menjadi kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Prof. M
.Tito Karnavian diperlihatkan dalam film.

“Di London dan Berlin, enggak kelar teroris. Kita [Indonesia], dalam konteks teroris, kelar semua,” kata Panji menjawab pertanyaan media tentang kinerja Polri.

Film itu pun banyak dibantu Polri dan mendapat izin Kapolri. Paling mudah, saat mereka diberi akses syuting di Car Free Day selama beberapa lama. Polri juga memberi bantuan berupa barakuda dan helikopter.

Namun menurut Panji, bantuan paling ‘mahal’ adalah riset tentang teroris. Riset itu dilakukan selama 1,5 tahun. Hasilnya diolah, lalu dituangkan dalam naskah film.

Dari riset itu Panji jadi mengetahui kinerja polisi secara sungguhan, termasuk bagaimana mereka memegang senjata, mengenakan rompi antipeluru, sampai menghadapi teroris.

Hasilnya, film yang dijadwalkan tayang 19 Juli mendatang. 22 Menit dibintangi Ario Bayu sebagai anggota pasukan anti terorisme bernama Ardi. Aktor lain yang turut berperan adalah Ade Firman Hakim, Ence Bagus, Ardina Rasti, Hana Malasan dan Taskya Namya ( H@r )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *